Tumbuhan membutuhkan nitrogen
biasanya diperoleh dari senyawa anorganiknya. Akan tetapi di daerah yang miskin
Nitrogen Anorganik tumbuhan dapat memperoleh Nitrogen anorganik dengan
memproduksi Polifenol. Seperti Tumbuhan
pinus (Pinus muricata) dapat
memprodusi polifenol untuk memperoleh nitrogen anorganik. Makin tandus tanahnya
makin tinggi pula konsentrasi polifenol yang tedapat di dalam daun Pinus itu.
Daun pinus berbentuk jarum dengan panjang sekitar 20 mmdan tebal 2 mm.
Jika daun pinus yang mengandung
polifenol itu jatuh dari pohonnya, polifenol itu dapat melarut dan mengikat
nitrogen yang terdapat dalam tanah. Sekiranya daun itu jatuh di air daun itu
masih dapat terapung.
Bebrapa ilmuwan dahulu mengira
kehadiran polifenol dalam tumbuhan berfingsi sebagai pencegah pathogen dan
herbivore. Akan tetapi rupanya polifenol juga mengikat nitrogen organic; lalu
senyawa ini diuraikan oleh jarum mikeriza yang terdapat pada akar pinus yang
dapat digunakan oleh pinus itu.
Di suatu lokasi di California,
Amerika Serikat, para peneliti menemukan suatu wilayah yang memiliki tiga macam
tanah yang terletak berdekatan, yaitu:
·
Jenis tua dan tandus
·
Jenis agak asam dan agak tandus
·
Jenis denga tinggakt keasaman rendah dan subur
Konsentrasi polifenol di dalam daun pinus yang ada di sana
semkin tinggi untuk jenis tanah yang makin tandus. Tanah yang tandus memilki
konsentrasi polifenol rata-rata dua kali
lebih tinggi dibandingkan dengan jenis tanah subur, nitrogen organic telarutkan
1/3 lebih banyak dan nitrogen anorganik kurang dari 10%.
Dengan demikian pinus yang tumbuh
di daerah yang tandus masih dapat bertahan , walaupun tinggi yang dapat
dicapainya hanya sekitar 1 meter, dibandingkan dengan yang tumbuh di tanah yang
subur (yang dapat mencapai ketinggian sampai 20 meter).
Sumber: Science News






Komentar :
Post a Comment